Home » Profile » Teddy Soeriaatmadja

Teddy Soeriaatmadja

- 1.624 Views

Profile

Teddy Soeriaatmadja Filmography and Profile. Check out Teddy Soeriaatmadja biography, photo gallery, pictures, interviews, pics at Film Bor!

Teddy Soeriaatmadja” lahir di Jepang, 7 Februari 1975 adalah sutradara Indonesia. Putra mantan duta besar Indonesia di Austria ini menyukai film sejak kecil. Bahkan Teddy telah menulis naskah film sejak masih kuliah. Skenario pertama yang ditulisnya adalah Desember yang belum sempat difilmkan. Setahun berikutnya dia juga menulis cerita yang akhirnya jadi film Banyu Biru. Meski pria berdarah Sunda ini tidak memiliki latar belakang pendidikan di dunia film, ia berani terjun menjadi sutradara. Putra pasangan Rhousdy Soeriaatmadja dan Siti Syarifah ini memang dilarang mengambil jurusan film dan memilih kuliah di jurusan Human Behavior, Newport University, London sampai S2. Teddy yang kembali ke Indonesia pada tahun 1996 sempat bekerja di bagian HRD sebuah perusahaan soft drink terkenal selama setahun, sebelum dunia film mulai ‘memanggil-manggil’ dirinya.

Setelah keluar dari pekerjaannya, Teddy membuat film dari hasil tabungan selama bekerja. Film pertamanya adalah Culik (1998) yang bercerita tentang seorang karyawan Indonesia yang dipecat dari perusahaan asing. Karena sakit hati pada atasannya yang orang Australia, dia menculiknya. Teddy mengirimkan film itu ke beberapa festival film. Sampai Gotenberg Film Festival dari Swedia ternyata tertarik dan bersedia membiayai. Ia pun meneruskan pembuatannya. Film ini tidak ditayangkan di bioskop Indonesia, hanya di Jakarta International Film Festival (Jiffest).

Culik pula yang ‘berjasa’ mengenalkan Teddy pada sineas muda Mira Lesmana dan Riri Riza yang baru saja menyelesaikan film Kuldesak. Mereka pula yang akhirnya mengenalkan Teddy pada Shanty Harmayn, Nan Achnas, dan Rizal Mantovani.

Setelah membuat Culik, Teddy mencoba learning by doing dengan membuat video klip dan iklan sebanyak-banyaknya dibantu oleh teman sekaligus produsernya Tika Abubakar. Selanjutnya, Teddy membuat Banyu Biru yang dibintangi antara lain Slamet Rahardjo dan Tora Sudiro. Film ini dibiayai oleh Shanty Harmyn. Satu tahun kemudian, Teddy menggarap film lovestory bertajuk Ruang yang dibintangi Winky Wiryawan, Luna Maya, dan Slamet Rahardjo. Berkat film ini, Teddy masuk dalam nominasi FFI 2006 sebagai Director Terbaik, juga menjadi Best Director di ajang Biffest (4th Bali International film Indonesia) 2006.

Tahun 2007 Teddy mendaur ulang dari karya Teguh Karya pada tahun 1977 yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Marga T, Badai Pasti Berlalu. Film ini juga masih didukung oleh Slamet Rahardjo, beserta beberapa bintang baru seperti Vino Bastian dan Raihaanun.

Director (8 Movies)

Writer (6 Movies)

Producer (4 Movies)

Aug 5, 2015 (ID: 7996) By awal awal

Comments are closed.