Home » Talk (Forum) » KETIKA MAS GAGAH PERGI – Strategi Membuat Film Tanpa Modal !!

KETIKA MAS GAGAH PERGI – Strategi Membuat Film Tanpa Modal !!

4.006 Views

Talk

Gw salut banget sama Tim Marketing film "Ketika Mas Gagah Pergi", bagaimana tidak, film belum diproduksi tapi tiket sudah dijual. Gw angkat topi dan acungi 4 jempol.

Menurut gw harga tiket juga terbilang mahal. Harga 1 Tiket = Rp. 100.000 --- Wow banget bukan? Harga segitu bisa buat nonton 2 film + popcorn. Ini baru hebat!

***

Bagaimana kalo kita bongkar strategi penjualan film KMGP The Movie, setuju? Sebagai bahan pelajaran saja, siapa tau ada rumah produksi indie yang ingin membuat film layar lebar tapi terbentur sama dana. Mungkin dapat meminjam strategi yang dipakai oleh KMGP The Movie.

Pertama kita baca dahulu berita dibawah ini:

Judul: 550 Ribu Tiket Dipesan, KMGP The Movie Optimis Tembus Box Office

JAKARTA – Belum juga diproduksi, rencana mengangkat novel Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) ke layar lebar banjir dukungan. Sejumlah komunitas siap membeli di muka (presales) tiket nonton film KMGP yang sarat nilai-nilai kebajikan hidup itu. Komitmen membeli 550 ribu lembar tiket nonton KMGP pun dinyatakan para anggota komunitas tersebut.

Komitmen itu lahir usai sejumlah anggota dari komunitas Halal Network HPAI, Smart Club Surabaya, Masyarakat Relawan Indonesia, Hijabers Mom Community, Komunitas Tangan Di Atas (TDA), dan lain-lain bertemu dengan pihak ACT, novelis KMGP Helvy Tiana Rosa, dan pihak-pihak yang akan mendukung proses produksi film KMGP.

Menurut Vice President ACT N. Imam Akbari, film KMGP akan menjadi fenomena yang unik. Pasalnya, pembelian tiket dimuka justeru untuk membiayai produksi film, hingga dipastikan para pembelinya adalah mereka yang telah mengerti, baik membaca sendiri atau hasil tuturan orang lain, akan bobot nilai-nilai kebajikan yang akan diusung film yang diadaptasi dari novel best seller karya Helvy Tiara Rosa yang dikenal publik pecinta novel-novelnya sebagai novelis idealis itu.

“Film ini akan menjadi pembeda, yang akan menyeruak di tengah arus film yang mengusung nilai-nilai yang justeru kerap bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Sehingga pantas mendapatkan dukungan banyak pihak, yakni mereka yang merindukan adanya film-film mendidik penuh tuntunan namun tetap menarik untuk ditonton,” tandas Imam.

Alhamdulillah, lanjut Imam, komunitas-komunitas pendukung film KMGP ini berkomitmen membeli tiket nonton lebih awal KMGP the Movie sebanyak 550 ribu tiket sebelum akhir Desember 2015 dengan nilai per satu tiket Rp.100.000.

“Mereka (Komunitas pendukung KMGP) berhak menonton lebih awal film KMGP the Movie, sebelum ditayangkan secara komersial. Launching tayang film KMGP the Movie ini rencananya akan digelar nonton bersama di 5 Kota besar yaitu: Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang dan Medan,” ungkap Imam.

“Alhamdulillah KMGP the Movie sudah punya penonton sebelum mulai produksi. Saat komitmen-komitmen terealisasi, insya Allah KMGP the Movie bisa menjadi film pertama yang menembus box office, 500 ribu penonton, sebelum filmnya diproduksi dan diedarkan,” tekad Imam.

KMGP the Movie diangkat dari novel laris karya Helvy Tiana Rosa. Novel laris tersebut pertama kali tahun 1993, novel ini sudah dicetak ulang 39 kali, dengan total kurang lebih satu juta eksemplar, dibaca oleh sekitar tiga juta orang dalam kurun waktu 22 tahun ini.

Kisah-kisah mereka yang terinspirasi oleh buku ini, bisa dibaca dalam buku Jejak-Jejak Mas Gagah 1 (Penerbit ACT, 2015) dan Jejak-jejak Mas Gagah 2 (Pipiet Senja Publishing, 2015). Berminat ikut menorehkan sejarah baru? Klik kmgp.club atau Klik kmgpthemovie.com untuk info lebih lanjut.(mhr)

***

Oke.. setelah membaca berita diatas, sekarang sudah jelas bukan? Baik, kita mulai sekarang.. Ambil pisau bedah, kita akan mulai membedah film #hehehe

Bagaimana membuat sebuah film layar lebar tanpa modal?
Yuk kita pelajari bersama strategi membuat film tanpa modal dari contoh film diatas.

Ada berberapa poin yang harus garis bawahi, poin ini sangat penting.

1. Film merupakan hasil adaptasi dari Novel yang berjudul sama.
Buat anda yang pengen membuat film layar lebar tapi budget terbatas, adaptasi-lah sebuah novel yang populer. Ini wajib! Novel yang populer sudah memiliki fans (jangan lupa hal ini) yang biasanya para fans selalu tertarik untuk menonton film yang diadaptasi dari novel yang telah mereka baca. Terbukti banyak sekali film box-office hasil adaptasi dari Novel, contoh: Surga Yang Tak Dirindukan, Laskar Pelangi, dll. Tembus jutaan penonton.

Sekali lagi gw ingatkan, bikinlah film dari novel yang sudah populer. Trust itu penting.

2. 550 Ribu Tiket Dipesan. Para fans novel ini siap membeli di muka (presales) tiket nonton film KMGP.
Kalo lu nanya mana buktinya? Lupakan bukti. Ingat yang kita bicarakan strategi untuk menciptakan GOL. Gol-nya adalah 550 ribu calon pembeli tiket yang siap membeli tiket sebelum film ditayangkan. Mereka tidak peduli kualitas filmnya nantinya akan bagus atau jadi film abal2, intinya membeli tiket saja.

Mari kita analisa, kira2 kenapa memilih angka 550.000 penonton? Kalo terealisasi, film belum tayang pihak rumah produksi sudah untung besar. Kebayang tidak berapa besar keuntungan yang diperoleh oleh rumah produksi? Mereka menjual 1 tiket dengan harga Rp. 100.000. Yuk kita hitung secara matematika, ambil kalkulator dan segelas kopi.

100.000 x 550.000 = Rp. 55.000.000.000 (55 Miliar)

Taukah anda budget rata-rata pembuatan film Indonesia? dibawah 2 Miliar bahkan banyak film yang modalnya 1 miliar lebih2 dikit, gw engak becanda.. gw lagi serius banget. Data ini 100% valid. Kalo tidak percaya tanyakan ke para produser film. #tersenyum

Gol-nya akan dibahas dibawah.

3. Film KMGP yang sarat nilai-nilai kebajikan hidup.
Poin ke-3 ini penting sekali. Disini anda mau jualan, jualan tiket (Gol yang dibahas diatas), jadi modal anda jangan hanya lidah + ludah saja. Berikan poin lebih dari produk anda. Ingat harus poin positif, hindari negatif.

Kalo kita baca dari berita diatas, Film ini menjual nilai2 kebajikan hidup.. Wow bukan? Kita adalah orang timur yang konon katanya, adalah kumpulan manusia yang memiliki sopan santun, kepedulian dan sangat menjunjung tinggi nilai2 agama dan kebajikan. #ehem-ehem (gw pura2 belum pernah nonton TV yang hampir didominasi sama program yang menjunjung tinggi nilai2 sampah).

Nilai2 kebajikan itu juga hadir dalam cerita film ini: Film KMGP bercerita tentang hidayah, hijrah, cinta dan kepedulian, seputar hubungan kakak beradik Gagah dan Gita. Ada juga Yudi, pengusaha muda yang gemar blusukan menyerukan kebaikan di tempat-tempat umum dan selalu paling dulu membantu masyarakat yang terkena musibah, serta Nadia gadis muslimah cerdas yang memutuskan berjilbab justru saat kuliah di Amerika.

Jalur untuk meraih Gol diatas sangat baik bukan? Anda (rumah produksi indie) juga harus mampu menciptkan ini.

4 Penanaman ide: Lu bakal untung lho membeli tiket diawal walaupun harganya mahal
Disini anda harus mampu memberikan gambaran kalo, calon penonton membeli tiket film ini pasti bakal untung banget deh. Ingat total penonton film di Indonesia itu cuma 13% (sekitar 70 jutaan) dan hanya 13-15 juta penonton yang menonton film Indonesia.

Keuntungan membeli tiket KMGP adalah menonton lebih awal film KMGP the Movie, sebelum ditayangkan secara komersial. Rencananya akan digelar nonton bersama di lima Kota besar yaitu: Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang dan Medan. Mungkin akan ditambah embel2 kalo lu bakal nonton bareng aktris-nya. Terus pasti ada tambahan lainnya. Intinya bikin calon penonton merasa untung walaupun mereka membayar tiket yang terbilang mahal.

Untuk kota penayangan film perdana. Mari kita bahas. Okay.. seperti yang kita ketahui bersama ke 5 kota diatas adalah kota yang memberikan sumbangan penonton terbanyak. Engak percaya tanyakan kepada para Producer. Atau hitung jumlah bioskop di kelima kota tersebut. Lu bakal kaget. Sekedar bocoran saja 55% sumbangan penonton datang dari DKI dan Ja-bar.

5. Promosi kemana?

Gw yakin lu pasti uda punya ide untuk promosi. Tapi kalo lu gak tau bagaimana cara mempromosikan Gol-mu, mendingan jangan pernah mikir untuk bikin film layar lebar. Jangan bilang kalo lu (Rumah produksi Indie) engak tau? Oke.. Ini gw bongkar lemari yang isinya percikan ide untuk mempromosikan ide agar gol tercipta.

+ Bikin sebuah artikel (Text) yang panjangnya kurang lebih 300 kata, seperti artikel yang dibuat untuk KMGP. Dan artikel ini nantinya akan lu kirimkan ke media masa. Kalo untuk ini perlu budget cuii. Ingat jangan modal ludah + lidah. Berapa budgetnya? Ampun deh kalo ini juga lu gak tau. Kurang lebih 10-15 juta rupiah, bisa juga dibawah itu. Artikel yang lu bikin akan tayang di koran, media online, dan majalah. Hanya dengan budget segitu. Sekali lagi, gw engak becanda. Jangan lupa koran, media online dan majalah juga butuh berita.

+ Sebarkan di jejaring sosial. Mari kita buktikan omongan gw. Coba buka instagram, lihat berapa banyak gambar yang disebar luaskan yang berisi informasi seputar KMGP ??? Cerdas bukan?

+ Bikin Website film. Wajib! Jangan jadi produser bodoh dan pelit. Yang hari gini bikin film engak punya website. Keuntungan memiliki website? Lu bisa mempromosikan film lu disana. Buka web kmgp.club disana lu bisa pesan tiketnya. Apa mereka jualan tiket? Mantap bukan? hehehe. Berapa budget bikin web? Maks 2 juta. Uda lebih dari cukup.

+ Promosikan ke sekolah2 dan kampus. Kalo lu juga gak ngerti cara promosi kesana. Uda berhenti saja membuat rumah produksi indie.
Okay gw akan memberikan percikan ide lagi. Lu bisa mencari pemain untuk film ini dengan membuka open casting (gabungkan dengan jejaring sosial). Gitu lhoo, dan banyak ide lainnya. Pikir aja sendiri. Gw cuma memberikan percikan saja. #Siul-siul.

+ Minta tolong ke mimin atau admin Movie.co.id untuk membantu mempromosikan film yang akan lu garap. Dalam 1 hari situs Movie.co.id dikunjungi oleh puluhan ribu manusia. Buka deh halaman Home-nya, lu bakal nemu poster film2 Indonesia yang dipromosikan sama mimin #maapin ane min. Untuk hasil lebih maksimal bisa pasang banner iklan film lu di web ini. Gw yakin harganya miring, yang penting pinter2 aja ambil hati admin-nya. #kedip-kedip. #kabur #hahahaha

+ Nah setelah semuanya sudah berjalan. Film uda kelar shooting juga uda rampung editing. Nah wajib mempromosikan trailer film itu di Youtube. Terus deal sama pihak 21 untuk pemasangan iklan trailer (biasanya sebelum film tayang), baliho (seharusnya gratis), dan pernak-pernik lainnya.

***

Hal-hal yang perlu dihindarkan:
- Kalo lu modal kecil jangan sekali-kali bikin film yang provokatif atau yang mencubit masalah SARA. Bahaya! Walaupun film lu uda lulus LSF. Tetap saja bisa jadi masalah. LSF itu lembaga yang... stop..stop... gw #males bahas LSF. Intinya pusing 7 keliling kalo harus berhadapan dengan Ormas, kepolisian, dll. Ingat ini!!
- Carilah kru film (yang 7 departemen itu lho) yang minimal sudah menangani 2 judul film. Hindari kru baru.
- Persiapan - persiapan dan persiapkan semua dengan baik, hindari terburu2.
- Kalo mau shooting ingat cuaca. Hindari bulan2 dan daerah yang sering turun hujan.

Uda ahhh gw uda capek juga uda ngantuk, waktunya tidur. Semoga tulisan gw diatas bisa bermanfaat bagi anda-anda yang sedang menjalankan rumah produksi indie. Maapin gw ya kalo ada kata2 yang kurang berkenan. Tulisan ini hanya ditujukan sebagai sarana untuk pembelajaran dan merupakan opini pribadi gw seorang.

Jun 11, 2016 (ID: 153921) By Guest

Your Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Comment

  1. safri syamsudin says:

    Harga pasti mantap dibandingkan dengan travel lainya booking langsung di ***

    Unregister Member